Postingan

Aku dan Lingkunganku

Aku memiliki sifat yang unik. Ada kesamaan dengan orang lain dan ada pula perbedaannya. Inilah kehendak Allah SWT dalam bertindak terhadap hamba-Nya. Aku bersyukur dengan situasi dan kondisi seperti ini. Tentunya banyak yang belum seberuntung aku sekarang. Apakah mereka semua bisa makan? Kalau bksa, apakah enak? Wallahualam

Lingkunganku. Tentunya sangat beragam. Ada yang sesuai dan ada pula yang tidak sesuai. Mau tak mau aku harus menyesuaikan dengan lingkungan tersebut. Tapi ada juga yang memilih untuk tidak bergabung dengan lingkungan tersebut.

Ada yang bisa mewarnai lingkungan tdrsebut. Ada pula yang terwarnai dengan lingkungan tersebut. Terlepaa lingkungan itu baik atau buruk. Dan lingkungan itu baik atau buruk bagi dirinya. Hidup adalah pilihan. Mari tentukan pilihan. Karena yang terbaik bagi dirimu ya dirimu sendiri. Intervensi orang lain pun hanyaslah bersifat saran. Jika baik maka ambillah, jka buruk maka tinggalkanlah.

Ada yang namanya respect. Bagi saya ada 3 hal yakni, res…

Meneladani kisah Qabil dan Habil

Nabi Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai ikhwan dan Siti Hawa adalah akhowat yang pertama diciptakan oleh Allah SWT.

Kabarnya Nabi Adam diturunkan di daerah India dan Siti Hawa di China sekali lagi kabarnya, tidak ada hadist shahih tentang ini semua. Dan mereka dipertemukan di Padang Arafah. Arafah berasal dari kata taaruf yang berarti pertemuan.

Kemudian dimanakah kita bertemu? #skip hehe

Ini adalah kisah pertama dimana kita banyak mengambil hikmah dari kejadian ini semua.

Mereka dikaruniai keturunan yang bernama Habil dan Qabil. Dua saudara kandung ini memiliki cerita tersendiri.

*Tolong dikoreksi dan diluruskan*

Karena pada saat itu manusia masih sedikit. Maka manusia menikah dalam satu keluarga. Habil hendak dijodohkan dg saudara kembarnya Qabil dan Qabil hendak dijodohkan dengan saudara kembarnya Habil. Tapi salah satu di antara mereka tidak menerimanya karena yang dijodohkan tidak lebih cantik dari yang satunya. Maka dia tidak menerima dengan k…

Pro & Kontra

Siapapun kamu, apapun yang akan kamu lakukan, ataa dasar apa kamu melakukan suatu hal, kapan dan dimanapun itu, kamu akan mengalami dua hal ini. Baik itu melakukan hal baik maupun hal buruk. Yang jelas kamu akan medapatkan pro & kontra dari semua itu. Hanya kadarnya yang berbeda dari setiap perbuatan dan tingkah laku.

*Jadi bersiaplah atas perkataan dan perbuatan yang akan dilontarkan.*

Aksi sesuai dengan reaksi. Jika kita menanam sesuatu, maka kita akan memanennya juga. Pada suatu saat akan kita petik dan melihat hasilmya.

*Bersiaplah menanggung risiko dan mempertanggungjawabkannya terlebih di akhirat kelak*

Kemudian bagaimana meminimalisir risiko yang akan kita dapatkan. Jadi atur dan kelolalah dengan baik. Ada materi baik dan juga cara yang baik. Tidak bisa sembarangan menularkan hal baik. Lihat juga pasar yang akan kita tuju. Tidak semua bisa disamaratakan. Yang pasti harus proporsional dalam setiap tindakan.

*sikap kita yang akan menentukan segalanya*

Jika ada yang pro kepad…

Second Man

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Tidak bisa hidup sendiri dengan apa yang ia miliki. Dengan apa kekuatan yang dipunya dan segala yang ada pada diirnya. Intinya tidak bisa hidup sendirian. Suami butuh istir. Istir butuh suami. Anak butuh orang tua. Orang tua butuh anak. Presiden butuh rakyat. Rakyat butuh presiden. Semuanya saling membutuhkan di dunia ini. Mulai dari tingkat bawah hingga tingkat atas.

Yang kita hadapi tidak mungkin hanya satu persoalan. Mulai dari keluarga, organisasi, pekerjaan, kehidupan, dan segala aktivitas yang dihadapi masing-masing orang.

Maka dari itu kita butuh partner atau orang kedua bahasanya. Mungkin yang lebih cantik *second man* namanya.

Waktu kita sama-sama 24 jam. Tidak ada yang melebihi itu semua. Maka dari itu kita perlu delegasi apalagi agenda tersebut berbentrokaan atau berbenturan.

Misal seorang Presiden yang harus mengurus negara sekaligus keluarga ataupun lingkungan sekitar rumahnya. Begitu juga di tingkat bawah yang dinamikanya hampir…

Mengalah bukan Berarti Kalah

*Mengalah bukan berarti kalah*
Inilah dinamika yang ada di dunia ini. Hidup ini tidak flat seperti goresan yang kita pegang pada detik ini. Yang setiap hari kita gunakan untuk apapun itu. Ternyata tidak semudah itu hidup yang kita bayangkan. Tapi banyak gunung dan lembah yang harus kita lewati. Kemudian untuk melewatinya apakah kita memilih untuk sendiri atau bersama? Sila tentukan pilihanmu kawan.

Komunikasi menjadi poin utama dalam sebuah hubungan apapun itu baik dalam pekerjaan maupun lebih dari itu semua. Selalulah mempererat silaturrahim dan merawatnya dengan sebaik mubgkin. Memang gampang untuk membuat suatu hal tapi merawatlah tugas yang lebih berat.

Semua orang itu unik. Mempunyai pola pikir yang beragam. Bergerak dengan cara dan gayanya masing-masing. Lucu jika kita memiliki cara dan gaya yang sama. Tidak bisa bekerjasama nantinya.

Mengalah bukan berarti kalah. Tidak bisa semuanya bisa kita paksakan. Realita memang tidak sesuai dengan harapan yang ada. Fokuslah pada solusi. J…

Anak Tunggal

Sudah menjadi takdir Allah ketika kita dilahirkan berat badan sekian dan panjang sekian. Tidak dapat dipungkiri. Dan tentunya ibu kita sudah berusaha dengan asupan terbaik dengan bantuan sang ayah dan keluarga besar lainnya. Termasuk menjadi anak tunggal dan menjadi kebanggaan orang tua. Saya yakin orang tua tidak menginginkan hal itu. Tapi Allah tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Wallahu alam ketika ka tidak menjadi anak tunggal terlebih ketika dia tidak memiliki anak sama sekali. Kita tidak tahu apa yang terjadi. Yang pasti kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menjemput takdir-Nya. Tapi jangan terlalu dipaksakan dengan berbagai cara yang kita punya. Inilah jalan yang telah digpreskan. Semua sudab diatur oleh Allah SWT.

Kemudian tugas kita bagaimana menyikapi takdir yang telah digoreskan ini, akankah menerimanya saja? Melanjutkan perjuangan? Bersikap pasrah? Mengambil hikmah? Atau apapun itu? Ya kembali kepada diri kita masing-masing. Hidup adalah pilihan.

Anak tunggal. Tentu…

Memaknai Kehidupan

"Papa, aku ingin itu. Mama aku ingin ini." Begitu indahnya di masa kecil kita ya teman-teman. Tanpa pikir panjang, kita sesuka hatinya minta ini dan itu. Tidak peduli bahwa orang tua kita punya uang atau tidak, lagi bahagia atau tidak, lagi ada kerjaan atau tidak, lagi sibuk atau tidak. Intinya waku kecil kita ga mrmikirkan itu semua. Yang penting aku ingin ini dan itu. Masa kecil takkan pernah tergantikan emang. Rasanya ingin kembali seperti anak kecil yang selalu dimanja tapi bukan sok syantik yaaaa..... Hehehe
Tapi sekarang...... Kita udah menginjak usia berapa ya.... Sudah mulai berpikir a, b, c, dan banyak hal lainnya. Bukan lagi tentang ego pribadi yang dikedepankan. Bagaimana dengan keadaan keluarga kita? Orang tua kita? Adik kita? Saudara kita? Keluarga besar? Pekerjaan? Dan hal lainnya. Kita harus selesai dengan diti sendiri dan bisa multitask dengan kegiatan lainnya. Memnuhi segala kebutuha yang ada baik jasmani, rohani, intelektual, maupun sosial kita. Jadilah ora…